Chapter 1 Masih terlihat tidak ada yang salah

A Day Without Me adalah game buatan developer asal Indonesia, Gamecom Team. Sebelumnya, Developer ini sudah merilis 3 game di Android yaitu Miawtap, Tugas Akhir AnakKos dan Babol : The Box Adventure menjadikan A Day Without Me adalah game pertama yang mereka rilis di platform PC. Dijadwalkan rilis pada Agustus 2020, A Day Without Me rilis lebih awal pada tanggal 27 Juni 2020.

Story

(Paragraf ini mengandung minor spoiler dari Demo) Sebenarnya cerita dari A Day Without Me tidak sulit dicerna, Pemain sebagai karakter utama terbangun dari tidurnya dan memulai hari seperti biasa. Namun, Entah kenapa kita memulai ritual ‘pemanggilan’ seperti di film-film dan POOF.. semua orang menghilang.

Red means scary y’all

Tidak banyak yang bisa diceritakan, karena A Day Without Me merupakan game tanpa dialog dan pemain dapat melakukan progress dari suruhan pada tiap chapter. Namun, bukan berarti tidak ada dialog tidak ada cerita. Dari pengalaman pribadi penulis, cerita disampaikan secara No Dialogue (tanpa dialog) sehingga dapat menimbulkan kesimpulan sebab akibat yang berbeda dari orang yang memainkan game ini. Tapi kesimpulannya adalah cerita dari A Day Without Me singkat dan dengan ending plot-twist yg menimbulkan pertanyaan, BANYAK pertanyaan.

Gameplay

Puzzle adalah gameplay utama dalam game A Day Without Me. Menariknya adalah pemain sama sekali tidak diberikan clue sama sekali bagaimana cara menyelesaikan puzzle yang disediakan. Satu-satunya clue yang diberikan adalah apa yang harus dilakukan di dalam chapter yang sedang berjalan. Puzzle tanpa clue ini bisa menjadi tantangan tambahan karena puzzle yang disediakan bisa dikatakan mini-puzzle dan tidak membutuhkan pemain untuk melakukan backtracking (mencari clue dari lokasi sebelumnya).

Collectibles

Selain puzzle, A Day Without Me juga memiliki unsur horror dan menambahkan bumbu-bumbu gameplay horror contohnya dikejar-kejar. Unsur horror pada game ini lebih cenderung ditonjolkan pada sisi atmosfir bukan pada gameplaynya. A Day Without Me juga memiliki collectible yang tersebar merata di berbagai lokasi. Sehingga pemain mendapatkan reward ketika ‘tersesat’ a.k.a exploring mencari petunjuk.

Soal exploring, A Day Without Me memiliki map yang bisa dikatakan lumayan besar. Rasanya map menjadi 2x lebih besar karena pemain hanya bisa mengandalkan kaki untuk mengitari map yang disediakan. Mungkin saja memang itu yang diinginkan developer ketika kita bermain A Day Without Me, pemain merasakan lelahnya berjalan tanpa ada arah dan tujuan mencoba mencari orang lain atau setidaknya sesuatu yang mungkin menjadi petunjuk. Tidak perlu khawatir tersesat karena disediakan ‘load to check point’ sehingga ketika pemain merasa tersesat, bisa klik opsi tersebut dan kembali ke lokasi ketika chapter dimulai.

Control

Harus hati-hati kalau nggak kepejet

WASD pada keyboard digunakan untuk berjalan, sama seperti game pada PC lainnya. lalu ada pula shift untuk lari, ‘E’ untuk berinteraksi dan klik kanan pada mouse untuk zoom in. Pojok kanan bawah dilayar selalu siap dengan pentunjuk apabila pemain lupa tombol apa saja yang dapat dipencet. Selain sebagai petunjuk, legenda control pada pojok kanan bawah digunakan untuk memberi tahu apabila terdapat control baru yang dapat dipencet. Misalnya pemain mendapatkan Map, legenda akan memberitahu tombol apa yang dapat dipencet untuk melihat map.

Satu tombol yang tidak pernah diberitahu sama sekali adalah tombol ‘C’. Apabila pencet tombol ‘C’ maka karakter utama pemain akan menunduk dan berjalan pelan (sneaking). Sebenarnya memang sneaking mechanic ini tidak dipergunakan di game ini. Jadi, tombol ‘C’ tidak diperlihatkan di legenda sama sekali.

Satu yang menjadi kendala dari segi control adalah, pemain harus menekan tombol shift (untuk lari) setelah pemain klik tombol WASD. Dan ketika suatu saat tombol shift tersebut lepas, maka pemain harus berhenti dahulu, klik tombol WASD lagi baru tahan tombol shift. Hal ini mempersulit pemain ketika pemain membutuhkan ketangkasan dalam berlari dan menghindar di beberapa chapter.

Graphic & Sound

Things getting real 🙁

A Day Without Me mengadopsi grafik 3D yang simple dan sederhana malah terkesan tidak serius untuk sebuah game horror. Grafik lucu ini mulai terasa vibe horror-nya dengan penambahan makhluk aneh yang muncul, bahkan bunga yang warnanya sangat vibrant bisa membawa kecurigaan. Penulis pribadi mendapatkan vibe horror dari pemilihan suara yang ada di game ini. Absennya suara seperti background musik dan suara ambience ketika bermain membawa kesunyian dan rasa was-was dengan kemungkinan yang bisa saja terjadi.

A Day Without Me dapat dibeli secara digital di Steam.

Minecraft bikin game seperti diablo? coba cek review game Minecraft Dungeon di sini.

Punya komentar?