Ubisoft bisa dikatakan sebagai developer dan publisher yang sering kali membuat eksperimen dari game yang mereka buat. Pertama kali Assassin’s Creed diperkenalkan kepada publik, game ini memiliki reaksi yang sangat positif. Bagaimana tidak, di masanya belum ada game yang bertemakan pembunuh berdarah dingin, melakukan aksinya dan menghilang tanpa jejak, terlebih pada masa 1191 sebelum masehi. Mereka jugalah yang membuat game bergenre Close Quarter Combat, Rainbow Six Siege. Walaupun sempat mendapat review negatif, kini game tersebut termasuk salah satu game yang memiliki player terbanyak saat ini. Namun kesuksesan sebuah game tidak luput dari para developer yang “kurang kreatif” dan lebih memilih menjiplaknya. Hal ini terjadi pada game mobile Area F2 yang sangat terlihat persis dengan R6S.

Semakin tingginya popularitas Area F2 ini, Ubisoft semakin menyadari keberadaannya. Mereka memutuskan untuk menggugat Apple dan juga Google karena mereka menganggap kedua perusahaan tersebut secara tidak langsung mendukung adanya game “rip-off” tersebut tersedia di store aplikasi masing-masing. Ubisoft menyebut ada beberapa kesamaan yang terlihat jelas, dimulai dari tampilan pemilihan operator, tampilan skor akhir permainan, serta hal lainnya. 

Bloomberg mengkonfirmasi bahwa Apple dan Google tidak mau untuk melakukan penghapusan game Area F2 di store mereka walaupun terdapat adanya pelanggaran hak cipta.

Punya komentar?