Penasaran adalah kata pertama yang terlintas di pikiran kami tentang game ini. Datang dari gamer yang sebelumnya belum pernah mencoba seri Tom Clancy’s Ghost Recon: Wildlands, memberikan kami banyak pertanyaan apakah harus memainkan seri sebelumnya terlebih dahulu atau tidak. Ghost Recon: Breakpoint masih dibuat dengan developer yang sama yaitu Ubisoft Paris dan menggunakan engine yang sama, AnvilNext2.0. Dengan banyak trailer yang mereka rilis sebelumnya, menjadikan game ini terlihat sebagai game tactical yang memberikan pengalaman berbeda dibanding game serupa. Bagaimana kesan pertama kami dalam game ini? Apakah cocok dengan player yang baru mencoba seri Ghost Recon?

Tactical, Luas, Detail

Ini adalah kesan pertama kami dalam versi betanya. Cerita dalam Breakpoint adalah lanjutan dari Wildlands. Bersetting pada tahun 2023, di sebuah pulau bernama Auroa. Pulau ini dimiliki oleh pengusaha kaya yaitu Jace Skell dan dia juga merupakan penemu perusahaan Skell Technology yang teknologinya sangat berpengaruh dalam pulau ini.  Sayangnya produk-produk yang mereka ciptakan jatuh kepada orang yang salah. Pemerintah Amerika Serikat akhirnya membuat tim khusus untuk menginvestigasi masalah ini, tetapi mereka menghilang secara misterius dan pada akhirnya menugaskan Nomad, ketua tim dari Ghost Recon untuk memulihkan keadaan di Auroa. Nomad akan menghadapi kelompok militer khusus bernama “Sentinel” yang di perintahankan oleh Walker, dia sendiri merupakan ketua dari anggota tim “Wolves”. Singkat cerita helicopter yang ditumpangi Nomad beserta timnya mengalami kerusakan aneh dan akhirnya terjatuh.

Intro cerita dalam game ini memberikan gambaran cukup jelas tentang apa yang terjadi dalam pulau Auroa. Player akan berperan sebagai Nomad yang di awal akan berjuang sendiri. Dalam Breakpoint tidak akan terdapat teammate AI, semua dilakukan sendiri kecuali bermain secara coop empat orang bersama orang lain atau teman. Misi awal dimulai ketika Nomad berusaha untuk bangkit dan mencari teman-temannya yang selamat dari helicopter tersebut. Presentasi visual yang dihadirkan sungguh sangat baik, mulai dari shadow, saturasi warna yang tajam, animasi dari wajah, hingga sisi pencahayaannya. Kami sendiri lebih menghabiskan banyak waktu untuk bereksplorasi dan melakukan foto-foto dibanding melanjutkan misi.

Map dalam Breakpoint memang terlihat kecil jika melihatnya dalam menu map, tetapi sebenarnya jarak dari suatu point ke point yang lain itu cukup jauh. Ubisoft berhasil membuat area yang menarik untuk dijelajahi contohnya seperti terdapat goa yang didalamnya penuh barang berharga yang bisa diambil, atau collectible item yang berguna untuk mendapatkan sebuah objective sampingan dan isi dari goa ini juga berbeda-beda. Anda juga dapat melihat sebuah bangunan-bangunan kuno seperti di seri Far Cry. Dengan luasnya map di Breakpoint, tentu Anda memerlukan kendaraan untuk berpindah tempat dengan cepat. Terdapat banyak kendaraan yang bisa digunakan mulai dari kendaraan udara, air, dan tentu saja darat. Untuk kontrol, cukup sulit untuk dikendarai terutama jika melewati jalur yang tidak rata seperti tanah dan bukit-bukit kecil. Feel berkendaranya juga berbeda ketika sedang terjadi hujan, di jalan aspal saja sangat memungkinkan Anda akan tergelincir.

Untuk combatnya sendiri kami sangat menyukainya terlebih unsur tactical yang Ubisoft bawa di seri Ghost Recon. Sama seperti Wildlands, Breakpoint masih mengimplementasikan sudut  pandang third person shooter dimana akan berubah menjadi first person pada saat melakukan aiming senjata menggunakan sight, tetapi hal tersebut bisa dirubah kembali menjadi third person dengan menekan tombol.

Recoil dari senjata yang dihadirkan cukup baik dan sesuai dengan jenis senjata yang sedang digunakan, selain itu player dapat menggunakan banyak jenis attachment untuk menambah keakuratan senjata tersebut. Attachment bergantung pada jenis senjata yang dipakai, umumnya player dapat mengganti mulai dari Magazine, Muzzle, Rail, Scope, hingga Under Barrel. Sayangnya terdapat kekurangan untuk suara senjata di game ini, terdengar kurang kencang tidak seperti senjata di dunia nyata atau game shooter lain. Suara pada saat menggunakan silencer maupun tidak, juga sangat mirip, ini merupakan kekurangan yang sangat fatal menurut kami, terlebih ini adalah game tactical open world yang seharusnya memberikan suasana tegang pada saat pertempuran terjadi. Breakpoint juga menghadirkan berbagai macam gadget yang bisa digunakan untuk membantu pertempuran, salah satunya drone untuk melakukan scouting dan menandai musuh.

Untuk AI dari musuhnya sendiri kurang terasa pintar, dari beta yang kami mainkan, sering kali bertemu musuh secara bergerombol dan berdekatan satu sama lain datang kearah kami, sehingga mereka sangat mudah sekali untuk dikalahkan hanya menggunakan satu granat saja. Role player dalam Breakpoint diatur sedemikan rupa dan terlihat mirip dengan apa yang Division berikan. Anda bisa menemukan sebuah skill tree yang diawali dengan tipe kelas. Terdapat empat jenis kelas yang dapat dipilih yaitu Assault, Sharpshooter, Panther, dan Engineer yang masing-masingnya memiliki kemampuan dan status yang berbeda-beda. Untuk skill aktif dan pasif bisa diupgrade menggunakan skill point dan akan didapatkan pada saat naik level. Sangat terlihat jelas disini Ubisoft ingin para playernya bekerja sama dan menyelesaikan tugas masing-masing sesuai kelasnya. Menurut kami Breakpoint kurang cocok untuk dimainkan secara sendiri atau sebagai solo player karena akan lebih mudah ketika melakukan penyerbuan bersama dengan orang lain dan melakukan strategi yang baik, berita baiknya Anda bisa melakukan matchmaking dengan player lain tanpa harus bermain bersama teman.

Selain itu terdapat fitur social hub yang bisa ditemui di beberapa area dalam game ini. Ketika memasukinya player akan langsung dapat berhubungan dengan player lain. Dalam hub ini juga tersedia berbagai npc untuk membeli senjata atau keperluan lainnya. Sayangnya dalam beta ini tidak terdapat fitur PvP untuk bisa kami coba.

Ini masih tahap preview dan kesan pertama kami ketika memainkan Tom Clancy’s Ghost Recon: Breakpoint pada tahap beta. Sejauh ini kami sangat menikmatinya mulai dari cerita yang membuat penasaran, unsur tactical yang sangat terasa, dan terlebih dari area luas yang akan sangat menambah waktu bermain jika semua area di eksplorasi. Semoga dalam versi finalnya nanti Ubisoft dapat memperbaiki kekurangan di beberapa sisi seperti suara senjata dan bug yang terdapat dalam game ini. Kami menggunakan PS4 untuk mencoba beta ini.

Beberapa screenshot yang kami ambil:

Punya komentar?